![]() |
Teleprinters dapat menggunakan berbagai media komunikasi yang berbeda. Ini termasuk sepasang kabel sederhana; sirkuit telepon non-switched khusus (leased line); beralih jaringan yang beroperasi mirip dengan jaringan telepon umum (telex); dan tautan radio dan gelombang mikro (telex-on-radio, atau TOR). Teleprinter yang terpasang pada modem juga dapat berkomunikasi melalui saluran telepon umum standar yang diaktifkan. Konfigurasi yang terakhir ini sering digunakan untuk menghubungkan teleprinter ke komputer jarak jauh, terutama di lingkungan berbagi waktu.
1933 Mesin Jaringan Pesan Telex digunakan sebagai cara untuk mendistribusikan pesan militer, yang kemudian menjadi jaringan pengiriman pesan resmi dan komersial di seluruh dunia yang akan bertahan di beberapa negara hingga tahun 2000-an. Telex menggunakan teleprinter, yang berasal dari tahun 1910-an untuk digunakan dalam telegrafi. Tetapi alih-alih menggunakan jalur telegraf khusus yang mahal, sistem telex menghubungkan teleprinter tersebut satu sama lain melalui saluran telepon suara, dialihkan oleh sakelar telepon yang dimodifikasi. Versi nirkabel Telex segera menghubungkan daerah-daerah terpencil di negara berkembang.
![]() |
| Teleprinter Lorenz Lo 133 milik Kementrian Keuangan Indonesia |
Teleprinter sebagian besar telah digantikan oleh terminal komputer yang sepenuhnya elektronik yang biasanya memiliki monitor komputer dan bukan printer (meskipun istilah "TTY" masih kadang-kadang digunakan untuk merujuk mereka, seperti dalam sistem Unix). Teleprinters masih banyak digunakan dalam industri penerbangan (lihat AFTN dan sistem teletype maskapai penerbangan), dan variasi yang disebut Telecommunications Devices for the Deaf (TDDs) digunakan oleh tuna rungu untuk komunikasi pengetikan melalui saluran telepon biasa.
Sources : Wikipedia, computerhistory.org, kemenkeu.go.id


